Apakah Kebenaran itu ?

Yohanes 18:37b-38a

Aku datang kedalam dunia ini supaya Aku memberi kesaksian
tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran
mendengarkan suara-Ku. Kata Pilatus kepada-Nya:
Apakah kebenaran itu?”

Yohanes 19:5

lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Makakata Pilatus kepada mereka
Lihatlah Manusia itu!

Pertanyaan yang seringkali menggelitik hati saya adalah benarkah adanya korelasi antara pengetahuan dan perilaku yang baik?. Ibarat yang sering dipakai untuk menggambarkan hal ini adalah seperti padi yang semakin berisi maka akan semakin menunduk. Tetapi ada fakta yang tidak dapat dihindari yaitu kasus korupsi. Dalam konteks Indonesia para kaum elite, kaum terpelajar atau orang-orang berilmu ini, korupsi seolah-olah menjadikan mereka sebagai pelanggan khusus. Mengapa semakin luas pengetahuan semakin ahli dalam melakukan kejahatan (berbenturan dengan nilai nilai kebenaran). Masikah relevan istilah semakin berisi semakin menunduk ? dan apakah kebenaran itu ?

Apakah kebenaran itu ?

Kong Hu Cu (seorang ahli filsafat Cina yang dilahirkan sekitar tahun 551 SM) mengatakan bahwa:

berikan anakmu pengetahuan maka ia akan tahu apa itu kebenaran

Kong Hu Cu ingin menyampaikan bahwa orang cerdas mengerti apa yang benar. Itulah sebabnya dalam dunia persilatan pada zaman dahulu, yang namanya satrawan disebut pendekar. Pendekar bukan dengan pedang tetapi dengan tinta. Pedang dapat membunuh atau menghancurkan satu orang, tetapi sebuah tulisan dapat menggerakan sekaligus dapat menghancurkan jutaan orang. Inilah kehebatan dari sastrawan, yang dianggap bahwa dengan pengetahuan dapat menunjukan kepada jalan kebenaran. Saran Kong Hu Cu memang benar, karena pada saat itu pendidikan memang rendah, sehingga jikalau ada orang yang memiliki pengetahuan dianggap akan lebih beradab dan orang yang beradab dianggap akan memiliki perilaku lebih baik.

Apakah kebenaran itu ?

Komunis juga mencoba mendefinisikan kebenaran itu. komunis mengatakan bahwa:

kebenaran adalah apa yang baik buat aku dan partai

Kalau kita berkata Hitler adalah manusia yang paling kejam, pembunuh banyak orang maka sebaliknya bagi Hitler itu adalah anggapan yang bodoh karena baginya apa yang dilakukan adalah tindakan yang baik dan benar bagi Jerman Raya. Sama halnya dengan komunis Cina dengan mudah menghabiskan orang-orang yang pro demokraksi, karena bagi mereka apa yang dilakukan adalah baik karena mengamankan posisi komunis atau posisi partai.

Apakah kebenaran itu ?

Orang-orang di era modern mengatakan bahwa :

apa yang benar adalah apa yang masuk akal, sehingga apa yang tidak masuk akal pasti salah

Lima roti dan dua ikan dapat memberi makan lima ribu orang adalah hal yang tidak masuk akal. Paham ini tidak percaya dengan mukjizat yang dilakukan Yesus.

Jadi walaupun Kong Hu Cu menjawab kebenaran akan diperoleh jikalau masing-masing orang memiliki ilmu pengetahuan, tetapi kenyataan hidup membuktikan tidak demikian. Sikap orang-orang berpengetahuan yang dianggap akan lebih beradab justru menabrak nilai-nilai kebenaran disaat memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi. Orang modern mengatakan kebenaran adalah apa yang masuk akal, tetapi faktanya didalam hidup ini ada hal-hal yang terjadi melampaui akal. kemudian orang komunis berkata kebenaran adalah apa yang baik buat saya, tetapi kenyataannya apa yang baik buat saya bisa jadi masalah buat orang lain. Lalu pertanyaannya masih tetap sama apakah kebenaran itu ?.Disinilah Yesus hadir dan memberi jawaban “AKULAH KEBENARAN” Yoh 14:6

Kesimpulan
Semua pemimpin agama atau filsuf manapun tidak ada satupun disepanjang sejarah yang dengan berani menjawab “akulah kebenaran”. Sepanjang sejarah hanya satu-satunya yang dapat memberi jawaban adalah Yesus Kristus, yang dengan tegas berkata Akulah kebenaran itu. keberananya adalah Yesus Kristus adalah satu satunya jalan keselamatan (Yoh 14:6), kita benar karena kita dibenarkan oleh Kristus atau kebenaran itu (Rom 3:10), kebenaran itulah yang dapat menjelaskan Allah kepada kita (Yoh 4:21-26), hanya Dialah yang dapat menjelaskan rahasia makna hidup di dunia, hanya Dialah yang akan menjelaskan asal-usul manusia dan tujuan hidup manusia. Pilatus telah mendapat jawaban tentang apakah kebenaran itu. pada akhirnya Pilatus berkata “Lihatlah Manusia itu” (Yoh 19:5) Ia bukan saja gambaran tentang kesempurnaan melainkan penyelamat dari dosa. Oleh karena itu dunia harus berpaling dan “melihat orang itu” .

Soli deo gloria

Aryandi Bako, S.Th

2 thoughts on “Apakah Kebenaran itu ?

Leave a comment