Saat ini dunia sedang digoncang dengan menyebarnya wabah yang sangat ganas yaitu covid-19. Virus ini mengguncang rasa kemanusiaan. Manusia sudah tak berdaya, bahkan sudah kehabisan cara untuk menangani penyebaran virus yang tidak kelihatan ini. Jeritan, tangisan terdengar dimana-mana karena covid-19 merenggut nyawa orang-orang yang dikasihi. Tenaga medis pun bertarung nyawa seakan tidak takut dengan ancaman covid-19.
Menghadapi ancaman yang serius ini, banyak spekulasi yang bermunculan . Ada yang menganggap covid-19 sebagai hukuman Tuhan kepada manusia, namun ada juga yang beranggapan bahwa ini adalah tanda akhir zaman, bahkan ada juga yang menganggap covid-19 ini adalah buatan manusia dengan tujuan tertentu. Semua boleh berspekulasi tentang covid-19 ini, tetapi juga sangat penting untuk belajar dan memahami maksud Tuhan dibalik peristiwa yang menimpa dunia ini.
Catatan-catatan dalam Alkitab, banyak juga yang memberitakan tentang perbuatan-perbuatan Allah yang besar dengan tangan-Nya yang kuat. Banyak hal yang Tuhan kerjakan melampaui hukum-hukum alam. Tujuan Ia melakukan hal-hal spektakuler atau mujizat-mujizat itu untuk menunjukan anugerah-Nya yang besar, pemeliharaan-Nya dan providensi-Nya. Tetapi juga perbuatan-perbuatan besar yang Allah lakukan bukan hanya untuk menunjukan anugerah-Nya yang besar tetapi juga menunjukan murka-Nya terhadap dosa. Di dalam perbuatan tangan-Nya yang besar Allah dapat menunjukan kasih dan keadalian-Nya. Perbuatan-perbuatan ajaib yang Allah lakukan dapat menjadi bukti pemeliharaan dan kasih-Nya tetapi juga menjadi petunjuk akan murka dan keadilan-Nya.
Dalam Perjanjian Lama, di zaman Musa, Mesir adalah negara yang makmur, negara adidaya, negara yang berpendidikan, memiliki militer yang cukup kuat. Oleh sebab itu tidaklah heran kalau Firaun menjadi sombong karena menjadi pemimpin di negara yang tingkat peradabannya cukup tinggi. Kesombongan Firauan tidak hanya membuatnya menjadi orang yang keras kepala tetapi juga keras hati. Firaun menganggap dirinya paling hebat. Ketika Musa dan Harun menyampaikan pesan Tuhan kepadanya, ia berkata siapa Allah itu? Firaun bukan hanya sekedar tidak tahu tentang Allah tetapi ia tidak mau tahu tentang Dia. maka Allah menunjukan keberadaan-Nya kepada Firaun dengan pukulan yang keras melalui tulah-tulah. Tuhan menelanjangi keberadaan Firaun dan bangsa Mesir, melalui sepuluh tulah. Firaun dan Mesir terlalu rapuh di hadapan-Nya. Segala kejayaan yang menyelubungi kerapuhan Firaun dan Mesir dibongkar oleh Allah sehingga menjadi telanjang dihadapan-Nya. Bencana merupakan alat Allah untuk menunjukan kerapuhan manusia dan eksistensi Allah.
Maka saya berpendapat bahwa Allah memakai covid-19 sebagai alat untuk menunjukan betapa rapuhnya manusia. Di puncak kejayaan manusia Allah memakai covid-19 sebagai cara-Nya untuk menelanjangi dan menyadarkan akan kelemahan dan kesombongan manusia. Wabah/ covid-19 ini sebagai panggilan Allah kepada manusia untuk menyadari kelemahannya, dan tidak bersandar pada dirinya sendiri. Manusia harus segera keluar dari kotak kesombongan serta keangkuhan diri, dan melangkah kepada penyadaran diri dan pengakuan dosa.
Menghadapi covid ini, kepada siapa manusia berharap? kepada siapa manusia mendapat jaminan hidup? dalam keadaan ketakutan, kecemasan dan kekuatiran, kepada siapa manusia mendapat ketenangan? Sesama manusia/orang-orang yang dikasihi pun mengalami ketakutan. Ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi pun tidak mampu menghentikan arus covid-19 ini. Oleh karena itu dalam kelemahan dan keterbatasan atau kerapuhan, manusia harus segera mencari dan menemukan tangan yang kuat dan perkasa karena Dialah penolong dan jaminan hidup. Dialah Allah Israel yang menuntun umat-Nya keluar dari Mesir dengan tangan-Nya yang kuat, dan Dialah Juruselamat umat manusia, Dialah Yesus Kristus
Jangan takut dan gentar terhadap covid-19. Berserah, dan percayalah pada Tuhan Sang pemilik kehidupan dan taatilah himbauan pemerintah
Soli Deo Gloria
Aryandi Bako