Hari ini umat Kristen diseluruh dunia merayakan paskah dalam keadaan duka. Moment perayaan paskah tahun ini sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Dunia dikejutkan dengan Virus yang memiliki power yang cukup besar yang sulit dibendung. Yah, dia adalah Covid-19. Kehadirannya membuat banyak insan menjadi panik,kuatir, takut, cemas, marah, sedih termasuk juga menumbuhkan iman. Covid-19 hadir dan membuat semua tradisi dalam keluarga yang sudah turun temurun menjadi berubah, termasuk ritual-ritual keagamaan pun ikut berubah. Gereja-gereja ikut mengubah cara beribadah. Dari ibadah yang secara ragawi berkumpul di gedung gereja berubah menjadi ibadah di rumah masing-masing (ibadah keluarga) atau yang disebut sebagai “Gereja kecil” (ecclesiola).
Paskah
Ungkapan yang cukup populer dalam peristiwa kebangkitan Yesus Kristus adalah Paskah. Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus memang sudah berlalu, sudah terjadi di ribuan tahun yang lalu. Tetapi perayaannya tidak pernah berlalu sampai hari ini. Bagi orang Yahudi, paskah adalah hari raya agama yang terbesar dan terpenting. Dimana mereka memperingati peristiwa keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir.
Peristiwa kebangkitan Yesus Kristus juga adalah satu peristiwa yang menjadi titik pusat iman Kristen. 1Korintus 15:14 “ tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah kepercayaan kamu”. Dr Ebenhaizer Nuban Timo menyatakan bahwa:
Paskah merupakan satu peristiwa yang bermakna ganda: Perfectum (sudah sempurna) ini terjadi pada diri Yesus Kristus, dan futurum (masa depan) kebangkitan yang terjadi dimasa depan.
Berita Paskah
Kebangkitan Yesus Kristus memproklamirkan bahwa kuasa kutukan dosa telah dikalahkan. Hal yang paling menakkutkan ini telah dilumpuhkan. Tidak perlu lagi ada ketakutan. Karena kebangkitan Yesus Kristus memberikan pengharapan yang baru. Dihari minggu paskah yang pertama ini semua umat Kristen berkumpul untuk mengingat peristiwa kebangkitan Sang Juruselamat (PERFECTUM), walaupun suasananya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pandemi covid-19.
Tetapi sebagai umat yang telah ditebus, kita diajak untuk memperjuangkan dan merawat kehidupan bukan yang mengancam kehidupan. Dalam konteks Indonesia melawan pandemi covid-19 adalah kepatuhan terhadap himbauan pemerintah untuk berdiam diri di rumah saja
Gereja Kecil
Ibadah di rumah saja atau yang saya sebut dengan “Gereja kecil” adalah bentuk kepatuhan terhadap himbauan pemerintah. Di gereja kecil, keluarga dapat memaknai kebangkitan Yesus Kristus yang bersifat FUTURUM. Dimana setiap hari, setiap minggu, bulan dan tahun di gereja kecil inilah suami-istri, anak-anak berkumpul untuk saling mengingatkan dan diingatkan oleh Tuhan. Pentingnya saling mengingatkan dalam keluarga untuk memaknai peristiwa paskah adalah untuk hidup seperti umat-umat-Nya yang telah ditebus, tidak lagi hidup dalam dosa, serta ketakutan, kekuatiran dan kecemasan tidak lagi memperbudak kita. Karena kebangkitan Yesus Kristus telah membawa pengharapan yang baru.
Selamat paskah dan selamat bertumbuh didalam gereja kecil “ecclesiola”
Salatiga 12/04/2020
Aryandi Bako